Profil

2.1. Kondisi Desa

2.1.1.  Sejarah Desa

  1. Legenda Desa

     Dulu adalah suatu tanah dan tanah ini termasuk wilayah Kerajaan Demak Bintoro, tempat ini sangat luas dan disitulah banyak tumbuh pohon Kemloko. Mungkin karena banyaknya pohon tersebut maka oleh orang kuno yang pertama kali menginjakkan kaki ditanah itu memberi nama atau mengatakan dalam bahasa Jawa : Mbesuk yen ono rejane jaman bumi kene tak jenengke Desa Kemloko (dalam arti bahasa Indonesia ialah : Besuk jika ramainya zaman tanah ini akan saya namakan Desa Kemloko). Yang memberi nama ini penulis kurang jelas, mungkin berhubung tanah Kemloko masih termasuk bumi Demak atau Kapangeranan Kadilangu jadi dapat dimungkinkan  yang memberi nama sentosa dalam atau kerabat dari Kapangeranan Kadilangu. Pada waktu itu daerah perdikan tersebut dipimpin oleh seorang Demang, yang mendemang masih sentosa dalem Kapangeranan Kadilangu (waktu itu biasanya yang diberi wewenang biasanya masih sentosa dalem). Letak Kademangan ditengah-tengah desa tepatnya di dukuh Kemloko (sekarang dusun dipimpin oleh seorang kepala dusun).

Ini kita awali kira-kira tahun 1880 s/d 1900 yang dipimpin oleh Demang Prawiro Dirjo, mungkin dirasakan daerah itu sangat cocok untuk istirahat sehingga Pangeran berkenan membuat pesanggrahan, maupun tempat atau gedongan untuk memelihara kuda kesayangan Pangeran. Bahkan tidak hanya itu  Pangeran konon juga gemar sekali berburu atau bebedak (bahasa Jawa) karena daerah sekitar masih berupa belukar maka banyak sekali hewan buas misalkan harimau dan babi hutan. Untuk berburu Pangeran tidak tanggung-tanggung untuk memelihara anjing pilihan, yang dianggap sebagai teman yang setia disamping kuda kesayangan Pangeran. Karena gemarnya berburu timbul keinginan Pangeran untuk membangun suatu tempat istirahat yang dinamakan Pesanggrahan yang letaknya disebelah barat Kademangan kalau sekarang di Dusun Plosorejo RW 01. Keadaan Demang selalu berputar dan dipandang letaknya kurang strategis jalanya masih sukar dan jauh maka letak Kademangan dari dukuh Kemloko dialihkan di dukuh Gesing yang letaknya berdekatan dengan Pesanggrahan. Ketika penulis menulis ini (1979) petilasan masih ada dan berhubung dianggap kurang bermanfaat dan keadaannya sudah rusak maka sisa fondasi dari bangunan tadi dipergunakan untuk membangun masjid di Desa Kemloko dan tanah petilasan sampai sekarang masih ada.

Demang Prawiro Dirjo wafat sekitar Tahun 1914 konon pada waktu itu di dukuh Merbung juga masih masuk wilayah Kademangan Kemloko yang pada waktu itu ada seorang ulama sangat giat dan tekun mengajar/memimpin agama ataupun pekerjaan apa saja yang sifatnya berhubungan dengan kepentingan desanya. Mungkin jika sekarang dapat kita namakan sebagai Modin, ulama tersebut bernama Syukur. Beliau sangat giat dan tekun terhadap agama Islam dan terkenal sebagai seorang yang digdaya yang mempunyai ilmu kabatinan. Hanya satu angan-angan yang kurang berkenan dan kurang cocok dihatinya karena peraturan – peraturan Kesultanan yang tidak sesuai dengan rakyat. Umpamanya mengenai pajak tanah perdikan yang begitu tinggi yaitu 1/5 bagian dari hasil yang harus di pungut Kasultanan setiap tahunnya. Hal ini beliau  memberanikan diri menghadap Sultan, pernah juga lewat surat untuk niat keringanan pajak hasil dari daerahnya. Hal itulah dianggap Sultan merupakan suatu hal yang bertentangan dengan Undang-undang Kasultanan pada waktu itu. Entah bagaimana sehingga terjadi perang batin (kembang api bahasa jawa),  bunga api itu kelihatan membara yang terjadi beberapa lama karena keduanya sama-sama saktinya.

Setelah Demang Dirjo wafat + tahun 1914 dalam pemerintahan perdikan (Zaman Kasulatanan) maka digantikan oleh Demang Wongsodijoyo yang memimpin selama 18 tahun (1914 – 1932) dalam jaman pemerintah Guperman atau Pemerintahan Belanda. Setelah beliua purna maka diadakan pemilihan Kepala Desa dan pilihan rakyat pada waktu itu jatuh pada Marnowirosastro berdiam di Dukuh Merbung yang hanya berjalan 1 tahun (1932 – 1933). Selanjutnya diadakan pemilihan Kepala Desa Kembali, pilihan rakyat jatuh pada Kamituo Desa yaitu Martosentono (ayah Marjoto). Beliau menjabat sampai pada tahun 1976. Dengan adanya Peratura Daerah Nomor I Tahun 1976 mendapat penghargaan dari pemerintah (pensiun).

Cerita sejarah Desa Kemloko ini diambil dari buku Mengenal Desa Kemloko Tahun 1979 yang disusun oleh Pemerintah Desa Kemloko ( Almarhum Mbah Marjoto)

  1. Sejarah Perkembangan Desa

Menurut sejarah perkembangan desa, peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sepanjang perkembangan di Desa Kemloko adalah sebagai berikut : 

Tahun

Peristiwa Baik

Peristiwa Buruk

Abad ke XVI 

 

Bangsa Indonesia dijajah belanda termasuk desa Kemloko sangat menderita karena banyaknya Pageblug

1942

Belanda diusir oleh Jepang dari Indonesia (termasuk Desa Kemloko)

Bangsa Indonesia termasuk Desa Kemloko dikuasai oleh Jepang rakyat lebih menderita 

1945

Negara Indonesia Merdeka yang diploklamirkan oleh : Ir. Soekarno dan Bung Hatta

Belanda datang lagi ke Indonesia kemudian berhasil diusir oleh Bangsa Indonesia

 

Nama-nama yang menjabat Kepala Desa Kemloko sejak Jaman Belanda :

–    Mojoyo

–    Maulani

–    Prawiro Dirjo (1880-1900)

–    Wongsodijoyo(1914-1932)

–    Marnowirosastro (1932-1933)

–    Martosentono(1935-1975)

–    Marjoto (1975-1998)

–    H. Mastur Ismail (1999-2007)

–    Sujanto (2007-2013)

–    H. Suyatin (2013-2019)

 

1952

Pendirian Gedung SD Kemloko,Balai Desa dan Lumbung Padi

 

1965

 

Meletusnya G 30 SPKI ada 2 tokoh Partai Komunis Indonesia yang ditahan

1974

Pendirian SD Inpres Kemloko 1

 

1975

Pembangunan Kantor Kepala Desa

 

1978

Pembangunan Rehab Balai Desa

Balai Desa Roboh diterpa Angin

1980

–     Pilkades 1 Desa Kemloko yang terpilih Marjoto

–     Klangsir Tanah dari Pepajakan

 

1982

Proyek Nasional Pensertifikatan Tanah (PRONA)

 

1988

Rehab masjid Dusun Plosorejo

 

1990

Pemilihan Kepala Desa Ke 2 yang terpilih Marjoto (Jabatan Ke 2)

 

1991

 

Banjir akibat jebolnya tanggul tanggul kali Jajar Baru ketinggian 2 m pengungsi 600 orang di tamping di Dusun Merbung dan desa terdekat

1993

Pengisian Perangkat Desa lewat tes/Ujian jabatan Kaur Kesra, Kaur Umum dan Kadus Ngablak

 

1994

Pengisian Perangkat Desa lewat tes/ujian jabatan Kadus Merbung dan Kadus Margomulyo

 

1999

–     Pemilihan Kepala Desa Ke 3 yang terpilih H. Mastur Ismail

–     Mendapat bantuan blockgrand PDMDKE untuk pembangunan jembatan arah Dusun Kemloko ke Dusun Ngablak

–     Pemilihan Umum Legislatif

 

2000

 

Pemberhentian Kepala Dusun Ngablak (Sdr. Ahmadun)

2002

Pembangunan gapura Dusun Plosorejo dan pembangunan pagar lapangan

 

2002

Pemilihan Badan Perwakilan Desa

 

2003

Pemilihan Kepala Dusun 3 dusun dengan Kepala Dusun Terpilih :

1. Kadus Ngablak Suyatin

2. Kadus Margomulyo Pardjo

3. Kadus Plosorejo H. Nurhakim

 

2004

Pemilihan Umum Legislatif 48 Parpol

 

2006

Mendapat Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten Grobogan

 

2007

Pemilihan Kepala Desa Ke 4 yang terpilih Sujanto

 

2008

Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah

 

2009

Mendapat juara I lomba Posyandu Tingkat Kabupaten

 

2010

Rehab Gedung TK Dharma Wanita I program PNPM MD loaksi di Dusun Merbung

 

2011

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan Periode (2011-2016);

 

2013

–     Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (2013-2018);

–     Penetapan RPJMDesa Kemloko Tahun 2014-2019;

–     Pembentukan BPD periode 2013-2019.

 

2014

–      Terbit Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;

–      Pemilihan Umum Tahun 2014 (DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota).

 

2015

–     Mendapat Dana Desa Yang Bersumber dari APBN yang pertama kali Rp 278.691.000;

–     Penetapan kembali Perangkat Desa;

–     Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan periode 2016-2021.

 

2016

–     Penetapan Peraturan Desa tentang Susunan  Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Pemerintah Desa;

–     Penataan Perangkat Desa sesuai SOTK Pemerintah Desa.

 

2017

Penetapan Peraturan Desa tentang Kewenangan Desa berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa

 

2018

–     Penetapan Perdes tentang Pengelolaan Aset Desa;

–     Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023;

 

2019

–    Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019 (Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten)

–    Pelaksanaan Pilkades Serentak (10 Juni 2019) terpilih Sdr. Suyatin;

–    Pemberhentian Anggota Badan Permusyawaratan Desa Kemloko Kecamatan Godong (28-11-2019);

–    Peresmian Anggota Badan Permusyawaratan Desa Kemloko Kecamatan Godong (28-11-2019);

 

2020

 

Libur di lingkungan Dinas Pendidikan dari Paud, TK, SD, SMP untuk Pencegahan Penularan Virus Corona (Covid-19) tgl. 16-29 Maret 2020

 

Pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada Keluarga miskin sebanyak 160 RTM selama 6 Bulan (3 Bulan @ Rp. 600.000,- 3 Bulan beriktnya @ Rp. 300.000,-

 
 

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan Tanggal 09 Desember 2020 Calon Kotak Kosong dengan Calon Bupati H. Sri Sumarni, SH,MM dan Calon Wakil Bupati dr. Bambang Pujiyanto, M.Kes. memperoleh suara Kotak kosong 567 suara, Calon Bupati H. Sri Sumarni, SH,MM dan Calon Wakil Bupati dr. Bambang Pujiyanto, M.Kes. memperoleh suara 1.246 suara

 

2021

Pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada Keluarga miskin sebanyak 105 RTM selama 12 Bulan @ Rp. 300.000,-

 

2022

Pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada Keluarga miskin sebanyak 123 RTM selama 12 Bulan @ Rp. 300.000,-

 

2023

Pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada Keluarga miskin sebanyak 28 RTM selama 12 Bulan @ Rp. 300.000,-

 
 

Pengadaan Mobil Ambulance Desa Grand Max MB 1.3  D FF  FH E4.

 

2024

Pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada Keluarga miskin sebanyak 21 RTM selama 12 Bulan @ Rp. 300.000,-

 
 

–    Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 (Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten) Rabu Empat Belas Februari 2024. Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden :

–     1. H. Anies Rasyid Baswedan, Ph.Dd dan H. A Muhaimin Iskandar, Dr. (H.C.) memperoleh suara 203 suara.

–    2. H. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memperoleh suara 1.716 suara.

–    3. H. Ganjar Pranowo, SH, M.I P. dan Prof. Dr. H. M. Mahfud MD memperoleh suara 787 suara.

 
 

Ditetapkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

 
 

Penerimaan SK dari Bupati Grobogan penambahan 2 tahun jabatan Kepala Desa Kemloko

Penerimaan SK dari Camat Godong penambahan 2 tahun jabatan BPD Desa Kemloko

 

2.1.2.  Kondisi Geografis Desa

Desa Kemloko Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan secara geografis terletak di 110º 48΄ 55,12″ BT dan terletak di 7º 02΄ 27,52″ LS. Secara topografi Desa Kemloko termasuk dalam kategori Daerah dataran rendah dengan ketinggian ±50 meter dari permukaan laut (mdpl).

Kondisi Geografis  Secara geografis Desa Kemloko terletak di sepanjang Jalan Raya Godong-Karangrayung Km. 2, dan berbatasan dengan :

 Sebelah Utara : Desa Godong, Desa Klampok

 Sebelah Timur : Desa Sumberagung, Desa Guci

 Sebelah Selatan : Desa Anggaswangi, Desa Kopek

 Sebelah Barat : Desa Dorolegi, Desa Ketitang

Sedangkan luas wilayah Desa Kemloko mencapai 498,111 Ha yang terdiri dari : 

  1. Tanah sawah : 387,161 Ha
  2. Tanah bukan sawah : 110,950 Ha  
  3. Tanah sawah seluas 387,161 Ha terdiri dari :

1) Irigasi Teknis                      :   269,050 Ha

2) Irigasi setengah Teknis        :   118,111 Ha

3) Tadah Hujan                       :              – Ha

  1. Tanah bukan sawah seluas 110,950 Ha terdiri dari :

1) Pekarangan/bangunan                 :   76,895 Ha

2) Tegalan                                       :   23,525 Ha

3) Lain-lain (sungai,jalan,makam,dll)  : 10,530 Ha

     PETA DESA KEMLOKO

Gambar 2.1

Peta Lokasi Desa Kemloko Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan

Kondisi Demografi Desa Kemloko

  1. Laju Pertumbuhan, Sex Ratio dan Kepadatan Penduduk

Penduduk Desa Kemloko terus mengalami pertumbuhan, dari tahun 2019 sebanyak 4.658 jiwa mengalami kenaikan sampai dengan tahun 2024 menjadi sebesar 4.724 jiwa. Data tersebut menunjukkan bahwa dengan luas wilayah 4,98 km², kepadatan penduduk Desa Kemloko pada tahun 2019 sebesar 935/km². Angka tersebut mengalami kenaikan pada tahun 2024 menjadi sebesar 948/km².

Sedangkan Sex ratio penduduk Desa Kemloko tahun 2019 sebesar 2.366 dibagi 2.279 dikali 100 sama dengan 103,817 yang berarti setiap 100 jiwa penduduk perempuan terdapat 102 jiwa penduduk laki-laki.

Untuk lebih jelas, data perkembangan penduduk Desa Kemloko dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2024, dapat dilihat dalam tabel 2.1 berikut :

Tabel 2.1

Perkembangan Jumlah penduduk Desa Kemloko

Tahun 2019-2024

No

Tahun

Jenis Kelamin

Jumlah

Kepadatan /km²

L

P

1

2019

2.362

2.296

4.658

935

2

2020

2.375

2.286

4.661

936

3

2021

2.412

2.292

4.705

945

4

2022

2.415

2.294

4.709

946

5

2023

2.423

2.297

4.720

948

6

2024

2.425

2.299

4.724

949

Sumber Data : Sekretariat Desa Kemloko

  1. Jumlah Penduduk per Dusun

Jumlah Penduduk terbanyak dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2024 berada di Dusun Plosorejo, sedangkan Dusun yang berpenduduk rendah terdapat di Dusun Sidorejo.

Lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 2.2 berikut :

Tabel 2.2

Jumlah Penduduk per Dusun Tahun 2019-2024

No

Dusun

Jumlah Penduduk

2019

2020

2021

2022

2023

2024

1

Merbung

608

614

619

620

622

627

2

Plosorejo

1.687

1.676

1.706

1.707

1.709

1.729

3

Margomulyo

415

421

424

424

424

415

4

Sidorejo

367

371

374

374

375

364

5

Kemloko

735

730

734

735

737

742

6

Ngablak

846

849

848

849

851

847

 

JUMLAH

4.658

4.661

4.705

4.709

4.720

4.725

Sumber Data : Sekretariat Desa Kemloko

 

2.1.3.   Kondisi Sosial Budaya Desa

  1. Jenis Pekerjaan

Penduduk usia kerja adalah penduduk usia 15 tahun keatas. Jenis pekerjaan di Desa Kemloko pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2024 dominan pada jenis mata pencaharian pertanian.

Berikut disajikan data mata pencaharian penduduk umur 15 tahun keatas di Desa Kemloko pada tahun 2019-2024, sebagaimana tabel 2.3 berikut ini :

Tabel 2.3

Komposisi Penduduk Desa Kemloko Umur 15 tahun keatas menurut Mata Pencaharian Tahun 2019-2024

Lapangan Pekerjaan

Tahun

 

2019

2020

2021

2022

2023

2024

Pertanian

1.300

1.287

1.193

1.167

 

1.169

 

Bangunan&Pertukangan

25

25

28

28

 

28

 

Perdagangan

53

53

53

51

 

51

 

PNS

46

46

42

42

 

42

 

TNI/POLRI

19

19

16

15

 

15

 

Karyawan Swasta

339

337

335

370

 

373

 

Pensiunan

19

19

18

19

 

19

 

Nelayan

 

 

Pemulung

3

3

3

3

 

3

 

Jasa/Lainnya

531

543

563

576

 

578

 

Sumber Data : Sekretariat Desa Kemloko

 

  1. Angka Kelangsungan Hidup Bayi

Indikator pelayanan kesehatan dapat dilihat dari aspek angka kematian bayi lahir, pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2024 angka kelangsungan hidup bayi di Desa Kemloko sebagaimana dapat dilihat pada tabel 2.4 berikut :

Tabel 2.4

Angka Kematian Ibu melahirkan, Angka Kematian Bayi Lahir Desa Kemloko Tahun 2019-2024

No

Indikator

Capaian Kinerja indikatif

2019

2020

2021

2022

2023

2024

1

AKB/KH

0

0

0

0

0

 

2

AKI/KH

0

0

0

0

0

 

3

AKBAL/KH

0

0

0

0

0

 

4

BBLR

0

0

0

0

1

 

Sumber Data : Polindes Desa Kemloko

Keterangan :

AKB        : Angka Kematian Bayi

AKI         : Angka Kematian Ibu (ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas)

AKBAL   : Angka Kematian Balita

BBLR      : Berat Bayi Lahir Rendah

KH          : Kelahiran Hidup (jumlah bayi lahir yang hidup)

2.1.4.   Kondisi Ekonomi Desa

  1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Perkembangan perekonomian suatu daerah dapat diukur dengan perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu daerah berdasarkan pada Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).

  1. PDRB Perkapita

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita merupakan salah satu indikator makro ekonomi regional untuk melihat perkembangan perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat pada suatu wilayah.

2.1.5.   Kondisi Infrastruktur Desa

No

Kondisi Sekarang

1

Talud Jalan Kanan Kiri Arah Makam Dusun Merbung Belum Ada

2

Cor Jalan Arah Makam Dusun Merbung Belum di Cor

3

Pengerukan Saluran Pembuangan/Larik Dusun Merbung untuk Memperlancar Buangan Air

4

Jalan Utara Poskamling RT 01 s/d RT 03 Belum di Cor

5

Jalan Barat Paimin RT 01 s/d Pertigaan Jalan Barat Miyati Belum di Cor

6

Jalan Timur Poskamling RT 01 ke Selatan Belum di Cor

7

Jalan Timur Jembatan Merbung ke Timur Belum di Cor

8

Belum Ada Gapura Masuk Timur Dusun Merbung

9

Belum Ada Gapura Masuk Barat Dusun Merbung

10

Jalan Lingkar Utara Dusun Merbung Belum di Talud

11

Jalan Timur Kambali RT 02 Belum di Cor

12

Sampah Dusun Merbung Masih di Buang disembarang Tempat

13

Pertigaan Jalan Barat Miyati Ke Timur s/d Jembatan Belum di Cor

14

Jalan Arah Dusun Slogo Belum di Talud

15

Tengah Jalan RT 02 ke RT 01 Masih Padas Perlu di Cor

16

Jalan Gang Jalan Mbak Siti RT 04 Belum di Cor

17

Jalan Pak Huri RT 05 Belum di Cor

18

Jalan Mundakir Ke Barat RT 06 Belum di Cor

19

Jalan Ansori Ke Utara RT 11 Belum di Cor

20

Jalan Karmuni Ke Utara RT 11 Belum di Cor

21

Jalan Mustofa Belum di Cor

22

Jalan RT 08 Gapura Ke Timur Belumdi Talud

23

Jalan RT 08 Gapura Ke Timur Perlu dibuat Saluran Pembuangan Air

24

Depan Makam Plosorejo Sisi Barat Belum di Talud

25

Jalan RT 04 RT 05 Belum di Talud

26

Jalan Pak Mastur  RT 09 Ke Timur Belum di Talud

27

Jalan Pak Mastur RT 09 Ke Timur Rendah Perlu diuruk

28

Jalan Timur Yusri RT 06 ke Selatan Belum di Talud

29

Jalan Depan Agus RT 06  ke Barat Belum di Cor

30

Jalan Pertelon RT 11 ke Barat Belum di Talud

31

Jalan Depan Rohman RT 10 Belum di Cor

32

Jalan Depan Suparmin 04 Belum di Cor

33

Jembatan Masuk RT 04 Kurang Lebar

34

Jalan Depan Sholahuddin RT 07 Ke Timur Belum di Cor

35

Jalan Timur Sri Lestari RT 06 Ke Selatan Masih Tanah Perlu Pengerasan

36

Jalan Timur Sri Lestari RT 06 Ke Selatan Belum di Cor

37

Jalan Depan Suparman RT 07 Belum di Cor

38

Jalan Depan Marbun RT 09 Belum di Cor

39

Jalan Depan Yono RT 09 Belum di Cor

40

Jalan Mustatiatun RT 08 Belum di Cor

41

Jalan Tawi RT 04 Belum di Cor

42

Jalan Baru Dusun Plosorejo Perlu di Buat

43

Jalan Jalan Menuju SD 1 Kemloko Belum di Cor

44

Jalan dari Jembatan Margomulyo ke Barat Arah Dusun Manggian Belum di Cor

45

Jalan Timur Jembatan Margomulyo s/d Perbatasan Desa Guci Belum di Cor

46

Jalan Menuju Makam Dusun Margomulyo Belum di Cor

47

Jalan RT 12 Belum di Talud

48

Jalan RT 13 Belum di Talud

49

Jalan Timur Jembatan Margomulyo s/d Perbatasan Desa Guci Belum di Talud

50

Jalan Kanan Kiri dari Jembatan Margomulyo ke Barat Arah Dusun Manggian Belum di Talud

51

Jalan Pertigaan RT 13 Sampai Makam Tengah Jalan Belum di Cor

52

Jalan dari Margomulyo ke Kemloko Rendah

53

Jembatan Jalur Pertanian Utara Margomulyo Belum Ada

54

Jalan Baru Barat Sungai Jajar Baru RT 12 Belum Ada

55

Jalan Baru Batas Pardi RT 12 Arah Sungai Belum Ada

56

Talud Sawah dari Partono ke Utara s/d Depan Ngusman Margomulyo Belum Ada

57

Jalan Dari Parjo s/d Giyanto RT 12 Belum di Cor

58

Jembatan Jalan Musman RT 13 Sudah Rusak

59

Jalan Baru Dusun Sidorejo dari Timur Jembatan Ke Selatan Belum Ada

60

Jalan Baru Dusun Sidorejo dari Timur Jembatan Ke Selatan Belum di Talud

61

Pintu Buka Tutup Buangan Air Belakang Rumah Sulasmi Sidorejo Belum Ada

62

Jalan Depan Darso Sampai Depan Sukijah Sidorejo Belum Pengerasan

63

Tanggul Sungai Jajar Baru Belakang Rumah Karjono s/d Kasmin Sidorejo Rendah

64

Jalan Utama Dusun Sidorejo Cornya Sudah Rusak

65

Jalan  Utama Dusun Sidorejo Belum di Talud

66

Saluran Air dari Tersier Sebelah Gedung Kelompok Tani s/d Sungai Jajar Baru Dusun Sidorejo Sudah Rusak

67

Tapal Batas Dusun Sidorejo dengan Dusun Kepoh Belum Ada

68

Makam Dusun Sidorejo Rendah

69

Jalan dari Perempatan Jalan RT 16 Ke Timur Belum di Cor Tengahnya

70

Jalan dari Pertigaaan RT 18 Ke Timur Belum di Cor Tengahnya

71

Pembuatan Jalan Usaha Tani Ulu 2 Ke Timur Dusun Kemloko Belum Ada

72

Saluran Pembuangan Selatan Dusun Kemloko Belum Ada

73

Jalan Belakang Sutriswadi s/d BKRM 3 Belum Pengerasan

74

Saluran Air Selatan Dusun Kemloko dari Jembatan Ke Utara Belum Ada

75

Cor Blok Jalan Gang Rame Dusun Kemloko

76

Jalan Gang Rame Dusun Kemloko Depan Supari Ke Utara Belum Pengerasan

77

Jalan Baru dari Rumain RT 17 s/d Nyaman RT 18 Belum Ada

78

Jalan Gang Masminah Dusun Kemloko Ke Utara Belum di Cor

79

Jalan Depan Giono Dusun Kemloko Ke Utara Belum Pengerasan

80

Jalan Utama RT 16,17,18 Belum di Talud

81

Jalan Barat Sulhan Ke Utara Dusun Kemloko Belum di Cor

82

Jalan Depan Siti Dusun Kemloko Ke Utara Belum Pengerasan

83

Jalan Usaha Tani Dusun Kemloko dari Sibel Ke Barat Belum di Talud

84

Jalan Usaha Tani Dusun Kemloko dari Sibel Ke barat Belum Pengerasan

85

Madrasah Dusun Kemloko Sudah Rusak

86

Avour Pembuangan Selatan Dusun Kemloko Tidak Lancar

87

Lapangan Voli Dusun Kemloko Masih Tanah

88

Makam Dusun Kemloko Rendah

89

Masjid Dusun Kemloko Pembangunan Belum Selesai

90

Jalan Dari SD s/d Jembatan Telon Kemloko Belum di Cor

91

Jalan dari Perempatan RT 16 Ke Barat Belum di Cor

92

Tanggul Dusun Kemloko  dari BKRM 3 KI ke Selatan Rusak

93

Batas Sawah Tanggul Dusun Kemloko  dari BKRM 3 KI ke Selatan Belum di Pondasi

94

Jalan Usahaa Tani Suprat Kemloko Belum di Talud

95

Jembatan Depan SD 2 Kemloko Sudah Rusak

96

Jalan RT 20 menuju RT 19 Belum di Cor

97

Jalan Barat Dusun Ngablak RT 19 Sisi Barat Belum Pengerasan

98

Jalan RT 21 Selatan Masjid Ke Barat Belum di Cor

99

Jalan RT 21 Selatan Masjid Dusun Ngablak ke Selatan Belum di Cor

100

Jalan RT 19 ke 20 Dusun Ngablak Belum di Talud

101

Jalan Barat Mashadi Dusun Ngablak Ke Selatan Belum di Cor

102

Jalan Barat Ruswadi Tembus RT 19 20 Belum di Cor

103

Jalan Depan Masjid ke Selatan Dusun Ngablak Belum di Cor

104

Jalan Utara Gorong-Gorong Sebelah Timur Jalan Ngablak Menuju Bringin Belum di Talud

105

Makam Dusun Ngablak Rendah

106

Makam Dusun Ngablak Belum di Pondasi

107

Jalan Barat Dusun Ngablak RT 19 Belum di Cor

108

Jalan RT 21 Barat makam Dusun Ngabklak Ke Utara Belum di Talud

109

Saluran Air Utara Dusun Ngablak Sudah Pulih

110

Jalan Utara Dusun Ngablak Belum Ada

111

Jalan Ngablak Bringin Sisi Barat Belum di Talud

112

Jalan Usaha Tani Timur Dusun Ngablak Kanan Kiri Barat Ke Timur Belum di Talud

113

Jalan RT 21 Timur Jalan Utama Belum di Talud

114

Jalan Dusun Ngablak ke Arah Dusun Kepoh Belum di Cor

115

Masjid Dusun Ngablak Pembangunan Belum Selesai

116

Jalan RT 21 Ke Utara Arah Dusun Bringin Tengah Jalan Belum di Cor

117

Belum adanya Pasar Desa yang representatif

118

Masih banyak Rumah Tidak Layak Huni

119

Belum adanya Gedung Posyandu

120

Belum adanya Kios penjualan produk lokal dan UMKM

2.2.Kondisi Pemerintahan Desa

2.2.1.  Pembagian Wilayah Desa

Terkait dengan administrasi pemerintahan, wilayah Desa Kemloko terbagi ke dalam wilayah Dusun, RW dan RT. Adapun jumlah Dusun, RW dan RT sebagaimana tercantum dalam Tabel 2.5 berikut ini :

Tabel 2.5

Pembagian Wilayah Administrasi Desa Kemloko

No

Dusun

Jumlah RW

Jumlah RT

1

Merbung

1

3

2

Plosorejo

2

8

3

Margomulyo

1

2

4

Sidorejo

1

2

5

Kemloko

1

3

6

Ngablak

1

3

J u m l a h

7

21

Sumber Data : Sekretariat Desa Kemloko

2.2.2.  Struktur Organisasi Pemerintah Desa

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA

KEPALA DESA

SEKRETARIS DESA

KEPALA URUSAN PERENCANAAN

KEPALA URUSAN KEUANGAN

KEPALA URUSAN

TATA USAHA DAN UMUM

KEPALA DUSUN MARGOMULYO

KEPALA SEKSI PELAYANAN

KEPALA SEKSI KESEJAHTERAAN

KEPALA SEKSI PEMERINTAHAN

KEPALA DUSUN PLOSOREJO

KEPALA DUSUN SIDOREJO

KEPALA DUSUN MERBUNG

KEPALA DUSUN KEMLOKO

KEPALA DUSUN NGABLAK