Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
2.1. Kondisi Desa
2.1.1. Sejarah Desa
Dulu adalah suatu tanah dan tanah ini termasuk wilayah Kerajaan Demak Bintoro, tempat ini sangat luas dan disitulah banyak tumbuh pohon Kemloko. Mungkin karena banyaknya pohon tersebut maka oleh orang kuno yang pertama kali menginjakkan kaki ditanah itu memberi nama atau mengatakan dalam bahasa Jawa : Mbesuk yen ono rejane jaman bumi kene tak jenengke Desa Kemloko (dalam arti bahasa Indonesia ialah : Besuk jika ramainya zaman tanah ini akan saya namakan Desa Kemloko). Yang memberi nama ini penulis kurang jelas, mungkin berhubung tanah Kemloko masih termasuk bumi Demak atau Kapangeranan Kadilangu jadi dapat dimungkinkan yang memberi nama sentosa dalam atau kerabat dari Kapangeranan Kadilangu. Pada waktu itu daerah perdikan tersebut dipimpin oleh seorang Demang, yang mendemang masih sentosa dalem Kapangeranan Kadilangu (waktu itu biasanya yang diberi wewenang biasanya masih sentosa dalem). Letak Kademangan ditengah-tengah desa tepatnya di dukuh Kemloko (sekarang dusun dipimpin oleh seorang kepala dusun).
Ini kita awali kira-kira tahun 1880 s/d 1900 yang dipimpin oleh Demang Prawiro Dirjo, mungkin dirasakan daerah itu sangat cocok untuk istirahat sehingga Pangeran berkenan membuat pesanggrahan, maupun tempat atau gedongan untuk memelihara kuda kesayangan Pangeran. Bahkan tidak hanya itu Pangeran konon juga gemar sekali berburu atau bebedak (bahasa Jawa) karena daerah sekitar masih berupa belukar maka banyak sekali hewan buas misalkan harimau dan babi hutan. Untuk berburu Pangeran tidak tanggung-tanggung untuk memelihara anjing pilihan, yang dianggap sebagai teman yang setia disamping kuda kesayangan Pangeran. Karena gemarnya berburu timbul keinginan Pangeran untuk membangun suatu tempat istirahat yang dinamakan Pesanggrahan yang letaknya disebelah barat Kademangan kalau sekarang di Dusun Plosorejo RW 01. Keadaan Demang selalu berputar dan dipandang letaknya kurang strategis jalanya masih sukar dan jauh maka letak Kademangan dari dukuh Kemloko dialihkan di dukuh Gesing yang letaknya berdekatan dengan Pesanggrahan. Ketika penulis menulis ini (1979) petilasan masih ada dan berhubung dianggap kurang bermanfaat dan keadaannya sudah rusak maka sisa fondasi dari bangunan tadi dipergunakan untuk membangun masjid di Desa Kemloko dan tanah petilasan sampai sekarang masih ada.
Demang Prawiro Dirjo wafat sekitar Tahun 1914 konon pada waktu itu di dukuh Merbung juga masih masuk wilayah Kademangan Kemloko yang pada waktu itu ada seorang ulama sangat giat dan tekun mengajar/memimpin agama ataupun pekerjaan apa saja yang sifatnya berhubungan dengan kepentingan desanya. Mungkin jika sekarang dapat kita namakan sebagai Modin, ulama tersebut bernama Syukur. Beliau sangat giat dan tekun terhadap agama Islam dan terkenal sebagai seorang yang digdaya yang mempunyai ilmu kabatinan. Hanya satu angan-angan yang kurang berkenan dan kurang cocok dihatinya karena peraturan – peraturan Kesultanan yang tidak sesuai dengan rakyat. Umpamanya mengenai pajak tanah perdikan yang begitu tinggi yaitu 1/5 bagian dari hasil yang harus di pungut Kasultanan setiap tahunnya. Hal ini beliau memberanikan diri menghadap Sultan, pernah juga lewat surat untuk niat keringanan pajak hasil dari daerahnya. Hal itulah dianggap Sultan merupakan suatu hal yang bertentangan dengan Undang-undang Kasultanan pada waktu itu. Entah bagaimana sehingga terjadi perang batin (kembang api bahasa jawa), bunga api itu kelihatan membara yang terjadi beberapa lama karena keduanya sama-sama saktinya.
Setelah Demang Dirjo wafat + tahun 1914 dalam pemerintahan perdikan (Zaman Kasulatanan) maka digantikan oleh Demang Wongsodijoyo yang memimpin selama 18 tahun (1914 – 1932) dalam jaman pemerintah Guperman atau Pemerintahan Belanda. Setelah beliua purna maka diadakan pemilihan Kepala Desa dan pilihan rakyat pada waktu itu jatuh pada Marnowirosastro berdiam di Dukuh Merbung yang hanya berjalan 1 tahun (1932 – 1933). Selanjutnya diadakan pemilihan Kepala Desa Kembali, pilihan rakyat jatuh pada Kamituo Desa yaitu Martosentono (ayah Marjoto). Beliau menjabat sampai pada tahun 1976. Dengan adanya Peratura Daerah Nomor I Tahun 1976 mendapat penghargaan dari pemerintah (pensiun).
Cerita sejarah Desa Kemloko ini diambil dari buku Mengenal Desa Kemloko Tahun 1979 yang disusun oleh Pemerintah Desa Kemloko ( Almarhum Mbah Marjoto)
Menurut sejarah perkembangan desa, peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sepanjang perkembangan di Desa Kemloko adalah sebagai berikut :
Tahun | Peristiwa Baik | Peristiwa Buruk |
Abad ke XVI | Bangsa Indonesia dijajah belanda termasuk desa Kemloko sangat menderita karena banyaknya Pageblug | |
1942 | Belanda diusir oleh Jepang dari Indonesia (termasuk Desa Kemloko) | Bangsa Indonesia termasuk Desa Kemloko dikuasai oleh Jepang rakyat lebih menderita |
1945 | Negara Indonesia Merdeka yang diploklamirkan oleh : Ir. Soekarno dan Bung Hatta | Belanda datang lagi ke Indonesia kemudian berhasil diusir oleh Bangsa Indonesia |
Nama-nama yang menjabat Kepala Desa Kemloko sejak Jaman Belanda : – Mojoyo – Maulani – Prawiro Dirjo (1880-1900) – Wongsodijoyo(1914-1932) – Marnowirosastro (1932-1933) – Martosentono(1935-1975) – Marjoto (1975-1998) – H. Mastur Ismail (1999-2007) – Sujanto (2007-2013) – H. Suyatin (2013-2019) | ||
1952 | Pendirian Gedung SD Kemloko,Balai Desa dan Lumbung Padi | |
1965 | Meletusnya G 30 SPKI ada 2 tokoh Partai Komunis Indonesia yang ditahan | |
1974 | Pendirian SD Inpres Kemloko 1 | |
1975 | Pembangunan Kantor Kepala Desa | |
1978 | Pembangunan Rehab Balai Desa | Balai Desa Roboh diterpa Angin |
1980 | – Pilkades 1 Desa Kemloko yang terpilih Marjoto – Klangsir Tanah dari Pepajakan | |
1982 | Proyek Nasional Pensertifikatan Tanah (PRONA) | |
1988 | Rehab masjid Dusun Plosorejo | |
1990 | Pemilihan Kepala Desa Ke 2 yang terpilih Marjoto (Jabatan Ke 2) | |
1991 | Banjir akibat jebolnya tanggul tanggul kali Jajar Baru ketinggian 2 m pengungsi 600 orang di tamping di Dusun Merbung dan desa terdekat | |
1993 | Pengisian Perangkat Desa lewat tes/Ujian jabatan Kaur Kesra, Kaur Umum dan Kadus Ngablak | |
1994 | Pengisian Perangkat Desa lewat tes/ujian jabatan Kadus Merbung dan Kadus Margomulyo | |
1999 | – Pemilihan Kepala Desa Ke 3 yang terpilih H. Mastur Ismail – Mendapat bantuan blockgrand PDMDKE untuk pembangunan jembatan arah Dusun Kemloko ke Dusun Ngablak – Pemilihan Umum Legislatif | |
2000 | Pemberhentian Kepala Dusun Ngablak (Sdr. Ahmadun) | |
2002 | Pembangunan gapura Dusun Plosorejo dan pembangunan pagar lapangan | |
2002 | Pemilihan Badan Perwakilan Desa | |
2003 | Pemilihan Kepala Dusun 3 dusun dengan Kepala Dusun Terpilih : 1. Kadus Ngablak Suyatin 2. Kadus Margomulyo Pardjo 3. Kadus Plosorejo H. Nurhakim | |
2004 | Pemilihan Umum Legislatif 48 Parpol | |
2006 | Mendapat Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten Grobogan | |
2007 | Pemilihan Kepala Desa Ke 4 yang terpilih Sujanto | |
2008 | Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah | |
2009 | Mendapat juara I lomba Posyandu Tingkat Kabupaten | |
2010 | Rehab Gedung TK Dharma Wanita I program PNPM MD loaksi di Dusun Merbung | |
2011 | Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan Periode (2011-2016); | |
2013 | – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (2013-2018); – Penetapan RPJMDesa Kemloko Tahun 2014-2019; – Pembentukan BPD periode 2013-2019. | |
2014 | – Terbit Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa; – Pemilihan Umum Tahun 2014 (DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota). | |
2015 | – Mendapat Dana Desa Yang Bersumber dari APBN yang pertama kali Rp 278.691.000; – Penetapan kembali Perangkat Desa; – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan periode 2016-2021. | |
2016 | – Penetapan Peraturan Desa tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Pemerintah Desa; – Penataan Perangkat Desa sesuai SOTK Pemerintah Desa. | |
2017 | Penetapan Peraturan Desa tentang Kewenangan Desa berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa | |
2018 | – Penetapan Perdes tentang Pengelolaan Aset Desa; – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023; | |
2019 | – Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019 (Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten) – Pelaksanaan Pilkades Serentak (10 Juni 2019) terpilih Sdr. Suyatin; – Pemberhentian Anggota Badan Permusyawaratan Desa Kemloko Kecamatan Godong (28-11-2019); – Peresmian Anggota Badan Permusyawaratan Desa Kemloko Kecamatan Godong (28-11-2019); | |
2020 | Libur di lingkungan Dinas Pendidikan dari Paud, TK, SD, SMP untuk Pencegahan Penularan Virus Corona (Covid-19) tgl. 16-29 Maret 2020 | |
Pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada Keluarga miskin sebanyak 160 RTM selama 6 Bulan (3 Bulan @ Rp. 600.000,- 3 Bulan beriktnya @ Rp. 300.000,- | ||
Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan Tanggal 09 Desember 2020 Calon Kotak Kosong dengan Calon Bupati H. Sri Sumarni, SH,MM dan Calon Wakil Bupati dr. Bambang Pujiyanto, M.Kes. memperoleh suara Kotak kosong 567 suara, Calon Bupati H. Sri Sumarni, SH,MM dan Calon Wakil Bupati dr. Bambang Pujiyanto, M.Kes. memperoleh suara 1.246 suara | ||
2021 | Pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada Keluarga miskin sebanyak 105 RTM selama 12 Bulan @ Rp. 300.000,- | |
2022 | Pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada Keluarga miskin sebanyak 123 RTM selama 12 Bulan @ Rp. 300.000,- | |
2023 | Pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada Keluarga miskin sebanyak 28 RTM selama 12 Bulan @ Rp. 300.000,- | |
Pengadaan Mobil Ambulance Desa Grand Max MB 1.3 D FF FH E4. | ||
2024 | Pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada Keluarga miskin sebanyak 21 RTM selama 12 Bulan @ Rp. 300.000,- | |
– Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 (Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten) Rabu Empat Belas Februari 2024. Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden : – 1. H. Anies Rasyid Baswedan, Ph.Dd dan H. A Muhaimin Iskandar, Dr. (H.C.) memperoleh suara 203 suara. – 2. H. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memperoleh suara 1.716 suara. – 3. H. Ganjar Pranowo, SH, M.I P. dan Prof. Dr. H. M. Mahfud MD memperoleh suara 787 suara. | ||
Ditetapkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. | ||
Penerimaan SK dari Bupati Grobogan penambahan 2 tahun jabatan Kepala Desa Kemloko Penerimaan SK dari Camat Godong penambahan 2 tahun jabatan BPD Desa Kemloko |
2.1.2. Kondisi Geografis Desa
Desa Kemloko Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan secara geografis terletak di 110º 48΄ 55,12″ BT dan terletak di 7º 02΄ 27,52″ LS. Secara topografi Desa Kemloko termasuk dalam kategori Daerah dataran rendah dengan ketinggian ±50 meter dari permukaan laut (mdpl).
Kondisi Geografis Secara geografis Desa Kemloko terletak di sepanjang Jalan Raya Godong-Karangrayung Km. 2, dan berbatasan dengan :
Sebelah Utara : Desa Godong, Desa Klampok
Sebelah Timur : Desa Sumberagung, Desa Guci
Sebelah Selatan : Desa Anggaswangi, Desa Kopek
Sebelah Barat : Desa Dorolegi, Desa Ketitang
Sedangkan luas wilayah Desa Kemloko mencapai 498,111 Ha yang terdiri dari :
1) Irigasi Teknis : 269,050 Ha
2) Irigasi setengah Teknis : 118,111 Ha
3) Tadah Hujan : – Ha
1) Pekarangan/bangunan : 76,895 Ha
2) Tegalan : 23,525 Ha
3) Lain-lain (sungai,jalan,makam,dll) : 10,530 Ha
PETA DESA KEMLOKO

Gambar 2.1
Peta Lokasi Desa Kemloko Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan
Kondisi Demografi Desa Kemloko
Penduduk Desa Kemloko terus mengalami pertumbuhan, dari tahun 2019 sebanyak 4.658 jiwa mengalami kenaikan sampai dengan tahun 2024 menjadi sebesar 4.724 jiwa. Data tersebut menunjukkan bahwa dengan luas wilayah 4,98 km², kepadatan penduduk Desa Kemloko pada tahun 2019 sebesar 935/km². Angka tersebut mengalami kenaikan pada tahun 2024 menjadi sebesar 948/km².
Sedangkan Sex ratio penduduk Desa Kemloko tahun 2019 sebesar 2.366 dibagi 2.279 dikali 100 sama dengan 103,817 yang berarti setiap 100 jiwa penduduk perempuan terdapat 102 jiwa penduduk laki-laki.
Untuk lebih jelas, data perkembangan penduduk Desa Kemloko dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2024, dapat dilihat dalam tabel 2.1 berikut :
Tabel 2.1
Perkembangan Jumlah penduduk Desa Kemloko
Tahun 2019-2024
No | Tahun | Jenis Kelamin | Jumlah | Kepadatan /km² | |
L | P | ||||
1 | 2019 | 2.362 | 2.296 | 4.658 | 935 |
2 | 2020 | 2.375 | 2.286 | 4.661 | 936 |
3 | 2021 | 2.412 | 2.292 | 4.705 | 945 |
4 | 2022 | 2.415 | 2.294 | 4.709 | 946 |
5 | 2023 | 2.423 | 2.297 | 4.720 | 948 |
6 | 2024 | 2.425 | 2.299 | 4.724 | 949 |
Sumber Data : Sekretariat Desa Kemloko
Jumlah Penduduk terbanyak dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2024 berada di Dusun Plosorejo, sedangkan Dusun yang berpenduduk rendah terdapat di Dusun Sidorejo.
Lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 2.2 berikut :
Tabel 2.2
Jumlah Penduduk per Dusun Tahun 2019-2024
No | Dusun | Jumlah Penduduk | |||||
2019 | 2020 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | ||
1 | Merbung | 608 | 614 | 619 | 620 | 622 | 627 |
2 | Plosorejo | 1.687 | 1.676 | 1.706 | 1.707 | 1.709 | 1.729 |
3 | Margomulyo | 415 | 421 | 424 | 424 | 424 | 415 |
4 | Sidorejo | 367 | 371 | 374 | 374 | 375 | 364 |
5 | Kemloko | 735 | 730 | 734 | 735 | 737 | 742 |
6 | Ngablak | 846 | 849 | 848 | 849 | 851 | 847 |
JUMLAH | 4.658 | 4.661 | 4.705 | 4.709 | 4.720 | 4.725 | |
Sumber Data : Sekretariat Desa Kemloko
2.1.3. Kondisi Sosial Budaya Desa
Penduduk usia kerja adalah penduduk usia 15 tahun keatas. Jenis pekerjaan di Desa Kemloko pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2024 dominan pada jenis mata pencaharian pertanian.
Berikut disajikan data mata pencaharian penduduk umur 15 tahun keatas di Desa Kemloko pada tahun 2019-2024, sebagaimana tabel 2.3 berikut ini :
Tabel 2.3
Komposisi Penduduk Desa Kemloko Umur 15 tahun keatas menurut Mata Pencaharian Tahun 2019-2024
Lapangan Pekerjaan | Tahun | ||||||
2019 | 2020 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | ||
Pertanian | 1.300 | 1.287 | 1.193 | 1.167 | 1.169 | ||
Bangunan&Pertukangan | 25 | 25 | 28 | 28 | 28 | ||
Perdagangan | 53 | 53 | 53 | 51 | 51 | ||
PNS | 46 | 46 | 42 | 42 | 42 | ||
TNI/POLRI | 19 | 19 | 16 | 15 | 15 | ||
Karyawan Swasta | 339 | 337 | 335 | 370 | 373 | ||
Pensiunan | 19 | 19 | 18 | 19 | 19 | ||
Nelayan | – | – | – | – | – | ||
Pemulung | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | ||
Jasa/Lainnya | 531 | 543 | 563 | 576 | 578 | ||
Sumber Data : Sekretariat Desa Kemloko
Indikator pelayanan kesehatan dapat dilihat dari aspek angka kematian bayi lahir, pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2024 angka kelangsungan hidup bayi di Desa Kemloko sebagaimana dapat dilihat pada tabel 2.4 berikut :
Tabel 2.4
Angka Kematian Ibu melahirkan, Angka Kematian Bayi Lahir Desa Kemloko Tahun 2019-2024
No | Indikator | Capaian Kinerja indikatif | |||||
2019 | 2020 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | ||
1 | AKB/KH | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | |
2 | AKI/KH | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | |
3 | AKBAL/KH | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | |
4 | BBLR | 0 | 0 | 0 | 0 | 1 | |
Sumber Data : Polindes Desa Kemloko
Keterangan :
AKB : Angka Kematian Bayi
AKI : Angka Kematian Ibu (ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas)
AKBAL : Angka Kematian Balita
BBLR : Berat Bayi Lahir Rendah
KH : Kelahiran Hidup (jumlah bayi lahir yang hidup)
2.1.4. Kondisi Ekonomi Desa
Perkembangan perekonomian suatu daerah dapat diukur dengan perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu daerah berdasarkan pada Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita merupakan salah satu indikator makro ekonomi regional untuk melihat perkembangan perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat pada suatu wilayah.
2.1.5. Kondisi Infrastruktur Desa
No | Kondisi Sekarang |
1 | Talud Jalan Kanan Kiri Arah Makam Dusun Merbung Belum Ada |
2 | Cor Jalan Arah Makam Dusun Merbung Belum di Cor |
3 | Pengerukan Saluran Pembuangan/Larik Dusun Merbung untuk Memperlancar Buangan Air |
4 | Jalan Utara Poskamling RT 01 s/d RT 03 Belum di Cor |
5 | Jalan Barat Paimin RT 01 s/d Pertigaan Jalan Barat Miyati Belum di Cor |
6 | Jalan Timur Poskamling RT 01 ke Selatan Belum di Cor |
7 | Jalan Timur Jembatan Merbung ke Timur Belum di Cor |
8 | Belum Ada Gapura Masuk Timur Dusun Merbung |
9 | Belum Ada Gapura Masuk Barat Dusun Merbung |
10 | Jalan Lingkar Utara Dusun Merbung Belum di Talud |
11 | Jalan Timur Kambali RT 02 Belum di Cor |
12 | Sampah Dusun Merbung Masih di Buang disembarang Tempat |
13 | Pertigaan Jalan Barat Miyati Ke Timur s/d Jembatan Belum di Cor |
14 | Jalan Arah Dusun Slogo Belum di Talud |
15 | Tengah Jalan RT 02 ke RT 01 Masih Padas Perlu di Cor |
16 | Jalan Gang Jalan Mbak Siti RT 04 Belum di Cor |
17 | Jalan Pak Huri RT 05 Belum di Cor |
18 | Jalan Mundakir Ke Barat RT 06 Belum di Cor |
19 | Jalan Ansori Ke Utara RT 11 Belum di Cor |
20 | Jalan Karmuni Ke Utara RT 11 Belum di Cor |
21 | Jalan Mustofa Belum di Cor |
22 | Jalan RT 08 Gapura Ke Timur Belumdi Talud |
23 | Jalan RT 08 Gapura Ke Timur Perlu dibuat Saluran Pembuangan Air |
24 | Depan Makam Plosorejo Sisi Barat Belum di Talud |
25 | Jalan RT 04 RT 05 Belum di Talud |
26 | Jalan Pak Mastur RT 09 Ke Timur Belum di Talud |
27 | Jalan Pak Mastur RT 09 Ke Timur Rendah Perlu diuruk |
28 | Jalan Timur Yusri RT 06 ke Selatan Belum di Talud |
29 | Jalan Depan Agus RT 06 ke Barat Belum di Cor |
30 | Jalan Pertelon RT 11 ke Barat Belum di Talud |
31 | Jalan Depan Rohman RT 10 Belum di Cor |
32 | Jalan Depan Suparmin 04 Belum di Cor |
33 | Jembatan Masuk RT 04 Kurang Lebar |
34 | Jalan Depan Sholahuddin RT 07 Ke Timur Belum di Cor |
35 | Jalan Timur Sri Lestari RT 06 Ke Selatan Masih Tanah Perlu Pengerasan |
36 | Jalan Timur Sri Lestari RT 06 Ke Selatan Belum di Cor |
37 | Jalan Depan Suparman RT 07 Belum di Cor |
38 | Jalan Depan Marbun RT 09 Belum di Cor |
39 | Jalan Depan Yono RT 09 Belum di Cor |
40 | Jalan Mustatiatun RT 08 Belum di Cor |
41 | Jalan Tawi RT 04 Belum di Cor |
42 | Jalan Baru Dusun Plosorejo Perlu di Buat |
43 | Jalan Jalan Menuju SD 1 Kemloko Belum di Cor |
44 | Jalan dari Jembatan Margomulyo ke Barat Arah Dusun Manggian Belum di Cor |
45 | Jalan Timur Jembatan Margomulyo s/d Perbatasan Desa Guci Belum di Cor |
46 | Jalan Menuju Makam Dusun Margomulyo Belum di Cor |
47 | Jalan RT 12 Belum di Talud |
48 | Jalan RT 13 Belum di Talud |
49 | Jalan Timur Jembatan Margomulyo s/d Perbatasan Desa Guci Belum di Talud |
50 | Jalan Kanan Kiri dari Jembatan Margomulyo ke Barat Arah Dusun Manggian Belum di Talud |
51 | Jalan Pertigaan RT 13 Sampai Makam Tengah Jalan Belum di Cor |
52 | Jalan dari Margomulyo ke Kemloko Rendah |
53 | Jembatan Jalur Pertanian Utara Margomulyo Belum Ada |
54 | Jalan Baru Barat Sungai Jajar Baru RT 12 Belum Ada |
55 | Jalan Baru Batas Pardi RT 12 Arah Sungai Belum Ada |
56 | Talud Sawah dari Partono ke Utara s/d Depan Ngusman Margomulyo Belum Ada |
57 | Jalan Dari Parjo s/d Giyanto RT 12 Belum di Cor |
58 | Jembatan Jalan Musman RT 13 Sudah Rusak |
59 | Jalan Baru Dusun Sidorejo dari Timur Jembatan Ke Selatan Belum Ada |
60 | Jalan Baru Dusun Sidorejo dari Timur Jembatan Ke Selatan Belum di Talud |
61 | Pintu Buka Tutup Buangan Air Belakang Rumah Sulasmi Sidorejo Belum Ada |
62 | Jalan Depan Darso Sampai Depan Sukijah Sidorejo Belum Pengerasan |
63 | Tanggul Sungai Jajar Baru Belakang Rumah Karjono s/d Kasmin Sidorejo Rendah |
64 | Jalan Utama Dusun Sidorejo Cornya Sudah Rusak |
65 | Jalan Utama Dusun Sidorejo Belum di Talud |
66 | Saluran Air dari Tersier Sebelah Gedung Kelompok Tani s/d Sungai Jajar Baru Dusun Sidorejo Sudah Rusak |
67 | Tapal Batas Dusun Sidorejo dengan Dusun Kepoh Belum Ada |
68 | Makam Dusun Sidorejo Rendah |
69 | Jalan dari Perempatan Jalan RT 16 Ke Timur Belum di Cor Tengahnya |
70 | Jalan dari Pertigaaan RT 18 Ke Timur Belum di Cor Tengahnya |
71 | Pembuatan Jalan Usaha Tani Ulu 2 Ke Timur Dusun Kemloko Belum Ada |
72 | Saluran Pembuangan Selatan Dusun Kemloko Belum Ada |
73 | Jalan Belakang Sutriswadi s/d BKRM 3 Belum Pengerasan |
74 | Saluran Air Selatan Dusun Kemloko dari Jembatan Ke Utara Belum Ada |
75 | Cor Blok Jalan Gang Rame Dusun Kemloko |
76 | Jalan Gang Rame Dusun Kemloko Depan Supari Ke Utara Belum Pengerasan |
77 | Jalan Baru dari Rumain RT 17 s/d Nyaman RT 18 Belum Ada |
78 | Jalan Gang Masminah Dusun Kemloko Ke Utara Belum di Cor |
79 | Jalan Depan Giono Dusun Kemloko Ke Utara Belum Pengerasan |
80 | Jalan Utama RT 16,17,18 Belum di Talud |
81 | Jalan Barat Sulhan Ke Utara Dusun Kemloko Belum di Cor |
82 | Jalan Depan Siti Dusun Kemloko Ke Utara Belum Pengerasan |
83 | Jalan Usaha Tani Dusun Kemloko dari Sibel Ke Barat Belum di Talud |
84 | Jalan Usaha Tani Dusun Kemloko dari Sibel Ke barat Belum Pengerasan |
85 | Madrasah Dusun Kemloko Sudah Rusak |
86 | Avour Pembuangan Selatan Dusun Kemloko Tidak Lancar |
87 | Lapangan Voli Dusun Kemloko Masih Tanah |
88 | Makam Dusun Kemloko Rendah |
89 | Masjid Dusun Kemloko Pembangunan Belum Selesai |
90 | Jalan Dari SD s/d Jembatan Telon Kemloko Belum di Cor |
91 | Jalan dari Perempatan RT 16 Ke Barat Belum di Cor |
92 | Tanggul Dusun Kemloko dari BKRM 3 KI ke Selatan Rusak |
93 | Batas Sawah Tanggul Dusun Kemloko dari BKRM 3 KI ke Selatan Belum di Pondasi |
94 | Jalan Usahaa Tani Suprat Kemloko Belum di Talud |
95 | Jembatan Depan SD 2 Kemloko Sudah Rusak |
96 | Jalan RT 20 menuju RT 19 Belum di Cor |
97 | Jalan Barat Dusun Ngablak RT 19 Sisi Barat Belum Pengerasan |
98 | Jalan RT 21 Selatan Masjid Ke Barat Belum di Cor |
99 | Jalan RT 21 Selatan Masjid Dusun Ngablak ke Selatan Belum di Cor |
100 | Jalan RT 19 ke 20 Dusun Ngablak Belum di Talud |
101 | Jalan Barat Mashadi Dusun Ngablak Ke Selatan Belum di Cor |
102 | Jalan Barat Ruswadi Tembus RT 19 20 Belum di Cor |
103 | Jalan Depan Masjid ke Selatan Dusun Ngablak Belum di Cor |
104 | Jalan Utara Gorong-Gorong Sebelah Timur Jalan Ngablak Menuju Bringin Belum di Talud |
105 | Makam Dusun Ngablak Rendah |
106 | Makam Dusun Ngablak Belum di Pondasi |
107 | Jalan Barat Dusun Ngablak RT 19 Belum di Cor |
108 | Jalan RT 21 Barat makam Dusun Ngabklak Ke Utara Belum di Talud |
109 | Saluran Air Utara Dusun Ngablak Sudah Pulih |
110 | Jalan Utara Dusun Ngablak Belum Ada |
111 | Jalan Ngablak Bringin Sisi Barat Belum di Talud |
112 | Jalan Usaha Tani Timur Dusun Ngablak Kanan Kiri Barat Ke Timur Belum di Talud |
113 | Jalan RT 21 Timur Jalan Utama Belum di Talud |
114 | Jalan Dusun Ngablak ke Arah Dusun Kepoh Belum di Cor |
115 | Masjid Dusun Ngablak Pembangunan Belum Selesai |
116 | Jalan RT 21 Ke Utara Arah Dusun Bringin Tengah Jalan Belum di Cor |
117 | Belum adanya Pasar Desa yang representatif |
118 | Masih banyak Rumah Tidak Layak Huni |
119 | Belum adanya Gedung Posyandu |
120 | Belum adanya Kios penjualan produk lokal dan UMKM |
2.2.Kondisi Pemerintahan Desa
2.2.1. Pembagian Wilayah Desa
Terkait dengan administrasi pemerintahan, wilayah Desa Kemloko terbagi ke dalam wilayah Dusun, RW dan RT. Adapun jumlah Dusun, RW dan RT sebagaimana tercantum dalam Tabel 2.5 berikut ini :
Tabel 2.5
Pembagian Wilayah Administrasi Desa Kemloko
No | Dusun | Jumlah RW | Jumlah RT |
1 | Merbung | 1 | 3 |
2 | Plosorejo | 2 | 8 |
3 | Margomulyo | 1 | 2 |
4 | Sidorejo | 1 | 2 |
5 | Kemloko | 1 | 3 |
6 | Ngablak | 1 | 3 |
J u m l a h | 7 | 21 | |
Sumber Data : Sekretariat Desa Kemloko
2.2.2. Struktur Organisasi Pemerintah Desa
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA
KEPALA DESA |
SEKRETARIS DESA |
KEPALA URUSAN PERENCANAAN |
KEPALA URUSAN KEUANGAN |
KEPALA URUSAN TATA USAHA DAN UMUM |
KEPALA DUSUN MARGOMULYO |
KEPALA SEKSI PELAYANAN |
KEPALA SEKSI KESEJAHTERAAN |
KEPALA SEKSI PEMERINTAHAN |
KEPALA DUSUN PLOSOREJO |
KEPALA DUSUN SIDOREJO |
KEPALA DUSUN MERBUNG |
KEPALA DUSUN KEMLOKO |
KEPALA DUSUN NGABLAK |

